29 April 2011

Ini bukan hari abang dilahirkan

Ini sejujurnya terlalu peribadi, saya sendiri tak tahu mengapa saya kongsi.
Kejaplah kot.


Semalam semasa kelas tahfiz, mak menghantar mesej dari tanah air.

"Assalamualaikum.
Abang, 20 tahun berlalu, tambah usiamu,
satu persatu kau kutipi jerami hidup ini,
lalu kau anyami, kau hampari, buat permaidani.
Selamat hari lahir abang."

...
Tergamam, saya keluar.
Entah bagaimana lepak bawah bunga ros tepi musolla.
dan bersama saya, Irbid menangis.

Saya balas pada mak, (lebih kurang, yang betul tak save lak)

Segala indah corak dan warna,
pada permaidani semuda ini,
adalah teguh jemarimu memandu,
adalah rintih syahdu alunan doa,
adalah gelora gelisah sayangmu.

Andai abanglah permaidani,
mohon ia terhampar,
mengiring jalanmu ibu,
ke syurga.
...


Ini bukan hari abang dilahirkan,
ini hari mak melahirkan.



Siang tadi,
masa pembentangan kumpulan kedua,
saya terima ini pula dari mak,

Dulu, rintih itu tersalut sinisnya senyum.
Duka tersisip di sudut sepi seorang abi,
Saban detik yang terisi, dia punya impi,
Biar irama tiada nama, sumbang dendangannya,
Namun bait-bait lirik terlakar jua,
Segar meniti di hujung lenanya.

Kini himpunan doa moga ada nyatanya,
meski sabit rembulan masih kelam cahaya
namun tetap punya rasa, kalianlah penyinarnya.

Haniff, lurusmu pohon istiqomahnya,
Agar terpahat bahagia di bawah lembayung rahmat Yang Esa.
Abang, mahabbahmu sentuhan kalbu ibu.
Shukran sayang.

Waaaaaa
sekali lagi tanpa tertahan.

Nak cakap apa lagi.
Mak, selamat hari melahirkan!!!
=)

Abang balik nanti, kita lepak sama-sama ye. InsyaAllah.

27 April 2011

writes to breath

curi nafas.

ha.

senyum.

20 April 2011

She Tastes Like Sweet Apple Pie

bukan ini!





tapi ini.


ha.




Selamat berCVS kawan-kawan!

18 April 2011

Al Wadi Al Kabir




Kini lebih dikenali sebagai Quadalquivir.

Bulan purnama begini memang 'evoke memories' la.
























BLUE RIVER

The river of diaphanous waters
murmuring between its banks
would have you believe
it is a stream of pearls.

At midday tall trees
cover it with shadows
turning it the color of metal.

So now you see it, blue,
wrapped in brocade,
like a warrior in armor
resting in the shade of his banner.


--Muhammad ibn Ghalib al-Rusafi



Hatta, saya nak belajar syair arab dengan awak. Nanti saya datang semula Al Hambra nak baca syair-syair tertulis indah di dindingnya.=)


____________________



Diceritakan, di sinilah Al Mu’tamid menemui jodohnya.
Sewaktu berjalan-jalan bersama temannya, di tebing Quadalquivir, Al Mu’tamid melontarkan sebaris puisi, mencabar temannya melengkapkan.
Sana’a ‘r-ribu min al-ma i zarad…
  [The wind has turned the water to chain mail...]

Tidak semena-mena, ada gadis membalas spontan.
Ayyu dir'in li-qitdlin law jamad!  
[What armor for a battle, if it froze!]

Balasan yang menimbulkan kekaguman. Gadis tersebut bernama Rumaikiyyah. Dipendekkan cerita, mereka berkahwin, dan Rumaikiyyah menjadi teman hidupnya yang setia. Tambahan, dikatakan Rumaikiyyah inilah yang merindukan salji  putih Syria, lalu Al Mu’tamid menanam pohon yang gugur bunganya nanti persis turunnya salji.

( Sadis, kita ada cuba juga kan ini di Puente Romano, tak menjadi pun.  Nanti kita cuba di ‘tepian muara’ Sungai Klang lah. Hah)


Quadalquivir juga turut menyaksikan kejatuhan Al Mu’tamid dari puncak kuasa. Beliau dan keluarganya diiring di Quadalquivir untuk dibuang negeri, ditatap sekalian rakyat jelata.

Sungai setua ini, tentu menyimpan banyak rahsia. Sungai kebanggaan Seville dan Cordova. Zaman ketinggian ilmu dan budayanya. Sungai air mata, kejatuhannya. Sungai yang menemukan, jua memisahkan.  Namun tetap jua setia ia di situ, mengingatkan, walau apa terjadi, alirannya enggan terhenti. Manusia belum putus hadir ke dunia. Ada harapan meski sinarnya tak kelihatan.

Di situ, melihat mentari mulai memancar garang, awanan jingga, merpati bertengger di celahan bata, menikmati nyaman udara, pancaindera tenggelam dalam indah alun muzik air .

Ada tenang dan sayu tak tergambarkan.


Quadalquivir berbisik,
"Bumi ini rindukan Islam."

17 April 2011

mil neuf cent quatre vingt onze

Terbang bebaslah.


Terbang bebaslah.

Moga,
selamat pergi,
dan kembali.

16 April 2011

Bayang




Orang kadang sengaja cuba menonjolkan kelebihan,
kerna yang paling takut dengan kelemahannya,
adalah diri sendiri.

Ini untuk aku,
kau,
kita.

Tiada yang melihat semua,
melainkan Tuhan.




Bulan hampir penuh,
hati lebih (sikit) separuh.
Jumaat, 15 April 2011.

13 April 2011

Flowers Are Red




(Dawud Wharnsby Ali, Muhammed Bhikha & Rashid Bhikha ( Fakazi Ngwekazi (Nhlanhla), Linda Gcwensa & Mfana Nxumalo (Sipho)

A little boy went first day at school
He got some crayons and he started to draw
He put colors all over the paper
For colors was what he saw
The teacher said, "What you doin' young man?"
"I'm paintin' flowers see"
"Well this is not the time for art young man
And anyway flowers are green and red
There's a time for everything young man
a way it should be done
You've got to show concern for everyone else
For you're not the only one"
And she said...
"Flowers are red
Green leaves are green
There's no need to see flowers any other way
Than they way they always have been seen "
But the little boy said...
"There are so many colors in the rainbow
So many colors in the morning sun
So many colors in the flower and I see every one"
Well the teacher said… "You're sassy
There's a way that things should be
And you'll paint flowers the way they are
So repeat after me..."
she said...
"Flowers are red
Green leaves are green
There's no need to see flowers any other way
Than they way they always have been seen "
But the little boy said again...
"There are so many colors in the rainbow
So many colors in the morning sun
So many colors in the flower and I see every one"
Well the teacher put him in a corner
She said… "It's for your own good…
And you won't come out 'til you get it right
responding like you should"
Well finally he got lonely
Frightened thoughts filled his head
And he went up to that teacher
And this is what he said
"Flowers are red, green leaves are green
There's no need to see flowers any other way
Than the way they always have been seen"

Well time went by like it always does
he moved to another town
And the little boy went to another school
And this is what he found
The teacher there was smilin'
She said..."Painting should be fun
And there are so many colors in a flower
So let's paint every one"
that little boy painted flowers
In neat rows of green and red
And when the teacher asked him "why"

This is what he said..
"Flowers are red, green leaves are green
There's no need to see flowers any other way
Than the way they always have been seen."
But there must still be a way to have our children say,
There are so many colors in the rainbow
So many colors in the morning sun
So many colors in the flower and I see every one
There are so many colors in the rainbow
So many colors in the morning sun
So many colors in the flower and I see every one."




Terima kasih Hanis!
You made my day.
as always.