30 May 2011

If


If I were a moment, which meaning should I clarify?
If I were a meaning, which moment should I signify?

29 May 2011

Az Zikr



Entahlah.

Sayang.

27 May 2011

tentang mata sekali lagi

Hari ini baru dia percaya. Sebuah tulisan punya sepasang mata.
Kadang ia ingkar, liar memandang dunia.
lalu sang penulis terdiam, mata ini, sekali ini, apa harus ditundukkan?

Cuma sayang, mata bukan lagi duduk termilik
ia bebas semahunya.
menyoroti jalan-jalan kelam sempit.
jejak tak terjejak
biru dunia.
merah dunia.
ungu dunia.
saksi sendiri wajah derita wajah bahgia,
menyusuri asal ia tercipta.

Maka di hujung usia itu,
dia berpesan,
Wahai penulis,
cermatlah dengan ribuan mata
terlahir dari celah jemarimu.
Ratusan setelah jasadmu pulang
ribuan itu tetap kan berkeliaran.

dengannya
kemanusiaan memandang kehidupan.

______________________________________


Saya simpan rangkap akhir. hehe.

Pada Suatu Hari Nanti

Oleh Sapardi Djoko Damono


pada suatu hari nanti
jasadku tak akan ada lagi
tapi dalam bait-bait sajak ini
kau takkan kurelakan sendiri

pada suatu hari nanti
suaraku tak terdengar lagi
tapi di antara larik-larik sajak ini
kau akan tetap kusiasati

pada suatu hari nanti
impianku pun tak dikenal lagi
namun di sela-sela huruf sajak ini
kau takkan letih-letihnya kucari




____________________________________








Lalu bagaimana jika,
setelah senyum-senyum terduga itu,
dikatakan pada saya,


"Puisi ini bukan untukmu."



26 May 2011

The Road



beauty of what was
lies in
showing the present,
its way back to the future.

23 May 2011

zendagi migzara 3


kerna bulan sentiasa penuh,
cuma kadang terlihat separuh.