siap menerima cahaya pertama, yang melengkung hening
karena akan menerima suara-suara
Ketika matahari mengambang tenang di atas kepala,
dalam doaku kau menjelma pucuk-pucuk cemara yang
hijau senantiasa, yang tak henti-hentinya
mengajukan pertanyaan muskil kepada angin
yang mendesau entah dari mana
Dalam doaku sore ini kau menjelma seekor burung
gereja yang mengibas-ibaskan bulunya dalam gerimis,
yang hinggap di ranting dan menggugurkan bulu-bulu
bunga jambu, yang tiba-tiba gelisah dan
terbang lalu hinggap di dahan mangga itu
Maghrib ini dalam doaku kau menjelma angin yang
turun sangat perlahan dari nun di sana, bersijingkat
di jalan dan menyentuh-nyentuhkan pipi dan bibirnya
di rambut, dahi, dan bulu-bulu mataku
Dalam doa malamku kau menjelma denyut jantungku,
yang dengan sabar bersitahan terhadap rasa sakit
yang entah batasnya, yang setia mengusut rahasia
demi rahasia, yang tak putus-putusnya bernyanyi
bagi kehidupanku
Aku mencintaimu.
Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan
keselamatanmu
________
Terharu dengan ini,
"Assalamualaikum. Abang, kakak, dan adik, salam Maal Hijrah ma ucapkan untuk anak-anak tersayang. Semoga perjalanan yang telah dan bakal ditempuh penuh limpahan rahmat, keberkatan, dan keredhaan Ilahi. Semoga anak-anak mama terus menimba kematangan dalam kehidupan, menghirup syahdu kemanisan iman, menjejaki tawadhu' para ilmuan sebagai insan pilihan agar dengannya kita punya landasan dan keseimbangan untuk tiba nantinya di satu perhentian yang membahagiakan. Amin. "
___________________________
II
Soe Hok Gie
'berbagi waktu dengan alam, kau kan tahu siapa dirimu sebenarnya'
'akan kutelusuri jalan yang setapak ini, semoga ku
deru keras dari hujung lembah
adalah khabar ngeri
dari
ribut deras
dan pepasir merah
dari
selangit dendam
dan bahang amarah.
bagai ombak ia tiba
menghempas tanpa belas
ranting tersentak
dahanku berderak.
bagai guruh ia tiba
merusuh tanpa resah
daunan luruh
tubuhku merapuh
dalam lirih aku mengaduh
"ribut adalah sengsara
murka yang mendera"
dalam lirik ia berbisik,
"akarmu; tak tersentuh olehku."
"nanti, tegaklah kembali
selagi bumi
selagi mentari
masih merai."
"nanti, tegaklah kembali
jangan sekali goyah terbongkah
teruslah memberi teduh
kafilah yang singgah."
kepada ribut
tiada siapa pernah bertanya
bagaimana jiwanya
ia berlalu
membawa rahsia
pesan purba.
_______________________________________
- 'This too shall pass.' Ayat yang mampu memberi harapan tika sedih, memberi peringatan tika seronok. Tapi, apa benar hidup adalah pergantian musim gembira dan kecewa; bahagia dan sengsara?
- Semalam merayau, terlihat, dan..mahu pinjam yang ini.
"..because ignorance is sometimes a bliss :) maturity is an option. And currently choosing a line in between."
Senyum. Begitulah di sini. Currently. I wonder what will be said five years from now.