22 October 2011

First Step




Traveling––it makes you lonely, then gives you a friend.
Traveling––it offers you a hundred roads to adventure, and gives your heart wings.
Traveling––it leaves you speechless, then turns you into a storyteller.
Traveling––it offers you a hundred roads. How does a holy man know the one you’ll take?
Traveling––it had captured my heart, and now my heart was calling me home.
Traveling––it gives you a home in a thousand strange places, then leaves you a stranger in your own land.
Traveling––all you do is take the first step.
(Ibn Battuta)
_____________________________
Di tanah air, setepatnya di rumah Tanjong Karang yang saya cintai itu, ada terletak elok sebuah buku terjemahan Bahasa Melayu catatan kembara Ibnu Battutah terbitan Dewan Bahasa dan Pustaka.
Tebal. Saya teruja membaca. Namun hanya sepuluh minit pertama. Bahasanya agak layu. Benar katamu tuan. Industri penterjemahan kita masih ketingggalan. 
Nonetheless, we are catching up. Tuan pernah mendengar ITNM bukan, Institut Terjemahan Negara Malaysia. Besar harapan saya kita akan berjaya.
First Step.
________________________________

'Traveling––it leaves you speechless, then turns you into a storyteller.'
Indeed.
But we do choose which story to tell. And which side of it. Cause I believe, as you said, that there are things;
'somehow you should just let it remains..
as it is..'

________________________________

I'm already planning for your trip, dear Nis.

11 comments:

Ainul Arina Madhiah said...

......

Benarkah kata orang,
jauh berjalan, luas pengalaman?
apakah yang kukutip sepanjang jalan?
tumit sepatuku sudah haus,
hanya terkumpul habuk dan debu.

Dan apa pula dikumpul aku,
sepanjang perjalanan lalu?

---> Ni puisi senior Khairil Idham yang paling akak susah nak lupa maksud dia - antara ilmu vs debu - yang paling penting dalam nak tetapkan langkah pertama.

(selama ni awk panggil macam mana?)

tepianmuara said...

(A'ah kan. Mengapa saya tanya begitu ya in the first place..ish. myself puzzled)

Ilmu vs debu. Tak terkata.

Sungguhlah. Sungguhlah.

Anonymous said...

saya meminati tulisan anda...x pernah terlepas setiap karya anda...jangan jemu berkarya..ada mata sedang mengintai...

tepianmuara said...

(angin bersiul, daun bergeser)

creepy.

oh, ok2. maksudnya Raqib dan Atid kan.

Kina said...

Hanif.

tepianmuara said...

Yes, Kinah.

may I help you?

Kina said...

You did helped.skrg study study n jgn tidur lewat2 sgt weyh.

analisiszikri said...

abang...hanis nak pakej makanan istimewa aw tajaan hanif zikri sdn.bhd..hehe

tepianmuara said...

Kina,
eh, aku tido awal la!
(awal pagi)


Hanis,
fuh, dalam banyak-banyak, makanan yang dia ingat eh. ish2

insyaAllah, miss. kerepek pisang mak pun on the way ni.

=)

aminh said...

aku ingatkan aku sorang je rasa terjemahan itnm x bes. :P

seribu tanah asing menjadi rumahmu, sedang kau berdagang di halaman sendiri.

Hamidahamdan said...

sudah lama rupanya saya tidak bukak tepian muara selepas saya tidak aktif blogging. nice place and quote